Thursday, July 17, 2014

Nasa dan Pengalamannya

Shalom :)
Disini saya ingin berbagi kisah tentang kehidupan seseorang, semoga berkenan membacanya.

Sebut saja dia Nasa, Nasa berasal dari keluarga yang sederhana, keluarganya tak berkelimpahan harta namun berkelimpahan kasih sayang yang luar biasa. Ia adalah salah satu jemaat di sebuah gereja yang cukup besar. Sejak kecil saat masih sekolah minggu ia sudah mulai dijauhi oleh teman-temannya, hanya karena ia tidak bersekolah di sekolah yang sama. Nasa bersekolah di salah satu sekolah dasar yang sederhana dan mayoritas siswanya beragama muslim, sedangkan teman seusianya sekolah di SD yang sama, sejak inilah ia mulai dikucilkan dan tidak ada yang mau mengajaknya bermain di sekolah minggu.
Nasa memang sudah terbiasa tinggal di tengah-tengah masyarakat mayoritas sejak kecil bahkan sampai ia tumbuh dewasa. Saat memasuki masa-masa SMP Nasa mulai mengikuti kegiatan-kegiatan gereja, bahkan ia ikut dalam sebuah vokal grup remaja gereja.
Memasuki masa SMA Nasa mulai disibukkan dengan kegiatan-kegiatan sekolah, namun itu tidak menghalanginya untuk tetap aktif di pelayanan. Sekalipun kegiatan sekolah sampai sore hari, ia tetap menyempatkan diri untuk hadir di jadwal latihan, ia selalu berusaha untuk tepat waktu, bahkan berkali-kali ia datang masih lengkap dengan seragam sekolahnya, itu artinya ia belum sempat untuk pulang ke rumah. Namun terkadang ia harus menerima ujian, dimana ia harus menunggu teman-temannya yang terlambat datang atau bahkan ternyata latihan tidak jadi diadakan.
Nasa bersekolah disalah satu SMA Negeri yang mayoritas siswa-siswinya beragama muslim, hanya ada beberapa yang beragama kristen di angkatannya. Namun seperti yang dikatakannya sebelumnya, ia cukup aktif mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah. Ia juga mengatakan, sekalipun ia hanyalah seorang minoritas, ia tak pernah dikucilkan, bahkan ia diijinkan untuk turut aktif dalam kegiatan organisasi sekolah. Nasa semakin sibuk dengan kegiatan-kegiatan sekolahnya, bahkan terkadang ia tidak hadir dalam kebaktian minggu dikarenakan kesibukannya. Tapi suatu waktu saat Nasa akan kembali mengikuti kegiatan sekolah dan berencana untuk tidak hadir di kebaktian minggu, Nasa ditegur oleh beberapa teman organisasinya yang beragama muslim. Teman Nasa menyarankan agar dia tetap mengutamakan ibadah, baru setelah itu dia bisa datang ke sekolah, karena ternyata teman-teman Nasa memaklumi jika hari minggu adalah waktunya Nasa untuk beribadah. Disini Nasa menyadari akan satu hal, ternyata teman-temannya bukan hanya membutuhkan tenaganya, tapi mereka peduli akan Nasa, mereka menganggap bahwa Nasa itu ada dan tak pernah dibeda-bedakan. Disini jugalah Nasa merasakan bahwa sebuah organisasi bisa memiliki kehangatan seperti sebuah keluarga.
Singkat cerita, Nasa telah lulus dari SMA ia melanjutkan kegiatannya dengan bekerja, karena untuk melanjutkan ke perguruan tinggi mungkin hanya sekedar mimpi. Nasa juga tetap mengikuti kegiatan-kegiatan di gerejanya, hingga di satu waktu ia ditunjuk untuk menjadi seorang Ketua Pemuda Remaja di tempatnya. Sejak awal Nasa memang telah menolaknya karena ia merasa ragu akan kemampuannya menjadi seorang pemimpin, namun ia tetap diminta untuk mencoba. Mengapa Nasa ragu ? Nasa tahu batas kemampuannya, Nasa tahu ia hanyalah seorang anak yang berasalah dari keluarga yang sederhana dan harus memimpin rekan-rekannya yang kebanyakan berasal dari keluarga yang kaya.
Awalnya Nasa mencoba meyakinkan dirinya, mungkin saja Nasa akan kembali merasakan kekeluargaan seperti yang dirasakannya di sekolah dulu. Nasa juga dibantu beberapa rekannya dalam menjalani masa kepemimpinannya sampai ia bertahan kurang lebih 2th. Ditengah-tengah pelayanannya, Nasa meghadapi berbagai tantangan, dari mulai ia harus berjuang lebih keras, dimana ia harus selalu merasakan namanya menunggu, dimana ia harus merasakan bagaimana rasanya tidak ditanggapi, diabaikan, bahkan sampai ia menangis karna semua yang ia hadapi. Semakin lama ia semakin diabaikan sebagai seorang ketua, saat berkumpulpun semua sibuk masing-masing. Nasa berkali-kali mengeluh dan memohon agar setidaknya orang tua atau mungkin perwakilan aktifis gereja yang lebih tua darinya untuk mendampinginya, untuk membantunya. Setidaknya saat ia diabaikan oleh rekan-rekannya, mungkin sejenak ada yang menolongnya, atau mungkin mewakilinya dalam menyampaikan sesuatu. Memang ada beberapa yang terkadang hadir, namun hanya dalam sesaat, bukan waktu sesaat yang ia harapkan, namun terus selama ia melakukan pelayanan. Karena Nasa tahu batas kemampuannya dalam memimpin, dan peran orang tua, aktifis gereja, atau bahkan Pendeta itu sangat diperlukan untuk anak muda. Tapi harapannya tak pernah dikabulkan sampai akhir masa aktif ia menjadi seorang ketua.
Nasa berkali-kali mengeluh pada orang tua dan keluarganya, ia diingatkan akan satu hal "bahwa apa yang kamu tabur dengan air mata, akan kamu tuai dengan sukacita". Nasa juga selalu ingat akan kata-kata Ibunya yang dikatakan saat ia mengeluh karna sikap rekan-rekannya "jangankan untuk dipimpin olehmu, jangankan untuk mendengarkan omonganmu, orang tuanya saja belum tentu mereka dengarkan, apalagi kamu yang bukan siapa-siapa, yang hanya seorang pemimpin kecil". Disini Nasa menyadari bahwa benar apa yang dikatakan Ibunya. Nasa juga tahu, memimpin anak-anak muda di gereja tidaklah sama dengan di sekolah, ia juga sadar ia tak bisa memaksakan kehendaknya, apalagi berkali-kali setiap yang ia lakukan selalu dinilai salah oleh beberapa jemaat, ia juga berkali-kali mendengar pembicaraan miring tentangnya. Namun Nasa hanyalah manusia biasa, yang mungkin bisa merasakan lelah, hingga akhirnya Nasa mengajukan pergantian kepengurusan. Nasa berpikir, mungkin sudah saatnya ia mundur, sudah saatnya bagian yang lain untuk memimpin, dan mungkin rekan-rekannya mulai bosan dengan sikap kepemimpinannya, mungkin mereka butuh sosok pemimpim yang baru, dan mungkin cara ia memimpin salah.
Namun pelayanan Nasa tidak berhenti sampai disitu, ia tetap ingin dekat dengan Tuhan, ia ingin tetap mampu melakukan sesuatu untuk Tuhan, karena ia tahu satu hal, pelayanan bukan hanya saat ia menjadi seorang ketua.

Nasa ingin menyampaikan beberapa pesan dari pengalamannya untuk teman-teman yang telah bersedia membaca kisahnya :
- Bertemanlah dengan siapapun, apapun agamanya, apapun suku bangsanya, selama ia tak membawamu ke hal-hal negatif.
- Untuk aktifis gereja yang membaca ini, mintalah agar orang tua, atau majelis jemaat, atau mungkin pendeta untuk turut serta terus membimbing anak muda, terus mendampingi, karena sehebat apapun seorang ketua remaja memimpin, ia tetap membutuhkan orang yang lebih tua untuk mendampinginya.
- Siapapun yang telah ditunjuk atau dipilih menjadi seorang ketua, hargailah ia, bantulah ia, bekerjasamalah dalam mencapai program kerja bersama.

~ semoga bermanfaat, God bless us :)

Thursday, July 3, 2014

Layanan Sharing

shalom, apa kabarnya ? :)
Lama sudah tidak posting sesuatu di blog ini
Entah kenapa pagi ini muncul kerinduan dan ide yang mungkin terbilang agak aneh. Dulu waktu masih sekolah saya sering menjadi tempat curhat dan sharing temen-temen, ya walau tidak sepenuhnya bisa bantu menyelesaikan masalahnya setidaknya minimal saya bisa memberi semangat untuknya.
Dan sekarang semua orang mulai sibuk dengan kegiatannya masing-masing, dan sudah jarang sekali berbagi cerita atau bahkan sharing.
Yaps, saya rindu untuk bisa berbagi pendapat untuk teman-teman, ya seperti saya bilang sebelumnya, saya belum tentu bisa membantu menyelesaikan sepenuhnya masalah seseorang, tapi saya mencoba untuk memberikan masukan, minimal memberikan semangat, tapi bukan semangat lalala yeyeye ya hhe :D
Bingung sih kasih judul postingannya, mungkin lebih ke layanan curhat ya, berbagi cerita, mungkin masalah pelayanan atau masalah kehidupan lainnya. Kalau masalah aman ga cerita sama saya ? aman dong, memangnya saya mau menceritakan pada siapa ? dan lagian kita tidak saling kenal :D
Jadi buat temen-temen yang butuh tempat cerita bisa sharing via email saya di monaa_onaa@yahoo.com atau bisa langsung kirim pesan via facebook ke https://www.facebook.com/monalisa.silaen
Sharingnya hanya via email sama facebook ya, kalau di blog kan ga aman, di email dan fb hanya kita yang tau :) kalau malu atau ga mau ketauan identitasnya boleh pake nama palsu ko hhi :D
Oiya, ngga ada niat apapun selain tulus dan rindu ingin membantu, ngga di pungut biaya juga wkwk. Sebisa mungkin saya balas emailnya.
Terimakasih, God bless you :)

email :  monaa_onaa@yahoo.com

Thursday, April 24, 2014

Lirik Lagu Rohani Tujuh Puluh Tujuh Kali

Tuhan sampai berapa kali
Ku harus mengampuni saudaraku
Apabila dia menyakiti
Atau berbuat dosa kepadaku

Apakah sampai tujuh kali
Seperti yang dipertanyakan Petrus
Dan kemudian Yesus berkata kepadanya

Bukan bukan, bukan sampai tujuh kali
Melainkan sampai tujuh puluh kali, tujuh kali
Pengampunan adalah tak henti-henti
Seperti Bapa di Surga mengampuni dosa kita

Apakah kita (Agar kita pun) mengasihi sesama
Dan s'lalu mengampuninya
Andaikan kita tidak melakukannya
Yesus menghukum kita (3x)
Cam kan lah

*Dibagian akhir, ada yang menggunakan lirik 'Apakah kita' dan ada juga 'Agar kita pun', kebanyakan menggunakan kata 'Agar kita pun'

boleh di dengar versi kami sebelum tampil hehe di https://soundcloud.com/monalisa-silaen/tujuh-puluh-tujuh-kali-cover-boru-silaen-silaen-sister 


Friday, January 10, 2014

Lirik Lagu Rohani bahasa mandarin Sentuh Hatiku - Edward Chen

wo shi duo me ai mu zhe ni
suo you de yi fa sheng de shi
cong lai du zi yi ren
xing zou zai ren sheng lu shang
ni zong shi ban sui zhe wo

wo duo me shen qie ling wu dao
zai ci sheng sheng ming zhi zhong
ni zong shi gei yu wo
zui mei hao de ji hua
wan quan she yin zhe ci ai

tian fu chu dong wo de xin
gai bian wo sheng ming
cheng wei xin zao de ren
cheng wei jing lian de chun jin
ni su zao wo cheng wei you yong qi min

tian fu jiao dao wo neng li jie
yin zhe ni ci ai
zong shi bu duan di gei yu
ru tong liu dong de quan shui
cong bu ceng ting xie yong liu bu zhi

*maaf kalau ada lirik yang salah :) GBU

Lirik lagu bahasa Mandarin Tuhan tak pernah gagal - Edward Chen

Zhǔ nín bǐ wǒ gèng zhīdào
rúhé kāiqǐ wǒ wèilái de dàolù
zhǔ nín bǐ wǒ gèng liǎojiě
shénme duì wǒ de shēngmìng yǒu bāngzhù

wǒ xiāngxìn nín shì shàngdì jiāng yǒng bù huì shībài
nín shǐ wǒ chéngwéi déshèng yǒuyú de yǒngshì
Wǒ Xiāngxìn nín shì shàngdì jiāng yǒng bù huì wàngjì
nín xiàng wǒ suǒ chéngnuò de yīngxǔ

*maaf kalau ada lirik yang salah :) GBU

Monday, January 6, 2014

Lirik Lagu Disciples - Thank You

Tersentak ku saat bangun menyadari
Gelap malam telah diganti terang mentari
Ada kesegaran yang tak terkatakan
Damai sejati kurasakan

You provide me with the air I breathe
And You give me strength to stand on my feet
Ku berlari-lari mencoba ku cari-cari
And finally I say, t'rima kasih

Kurasakan hariku saat ini begitu indah
Saat kubuka mata dan mulai berdoa
Terima kasih atas semua yang Kau berikan
Inilah syukur yang aku banggakan

Dan kuingin Kau tahu
Dan kupuji namaMu
Dengan segenap hatiku
Hidupku hanya bagiMu

Kes'lamatan, kedamaian, kepastian 'kan masa depan
For my family, for my everything,
I thank You, I thank You (Thank You 3X)

Tak hanya hal yang indah di dalam hidup
Tak hanya manisnya madu yang bisa kuhirup
Segenap hal yang jatuhkan dan rugikan
Jalan berbatu pun tak kupusingkan

Kerasnya dunia kadang buat kita lemah
Problema, p'ristiwa datang melanda
Tapi semua pasti akan berlalu
Karena kupercaya

Dia selalu menyertaiku di setiap langkahku
Penghiburan bagi ratapku
Ketenangan dalam namaMu
Ku 'kan aman bersamaMu

Not only in good times, also in the bad times
God is good, yup, all the time
Numero uno, nomor satu Sang Mesias
I thank You so, muchas gracias

Kes'lamatan, kedamaian,
kepastian 'kan masa depan
For my family, for my everything,
I thank You, I thank You (Thank You 3X)

Friday, October 18, 2013

Drama Natal Kristen Terbaru Pemuda Pemudi / Remaja "Datanglah Ya Raja Damai"

#Teks #Naskah #Drama #Pemuda #Pemudi #Remaja #Kristen #Natal #Terbaru #2013 

Syalom :)
Akhirnya bisa mencoba lagi mengarang Drama Natal mengikuti TEMA NATAL 2013 PGI dan KWI yang disepakati bersama Tema Natal 2013: "Datanglah, ya, Raja Damai!" (Bdk. Yes. 9:5).
Semoga bisa membantu temen-temen ya, ada beberapa bagian idenya aku dapat setelah mendengarkan iklan di salah satu radio rohani :)
Untuk info lebih lanjut bisa komentar langsung di bawah atau hubungi mona di monaa_onaa@yahoo.com atau via fb monalisa silaen, twitter @mona_onna, terimakasih GBU :)



“DATANGLAH YA RAJA DAMAI”

Dalam menyambut natal tahun ini, gereja-gereja di kabupaten Damai sepakat mengadakan lomba menyanyi antar pemuda-pemudi sekabupaten Damai. Nada, Voice, Delon, Mike dan Ucok pun turut serta mempersiapkan diri.

Nada    :   Eh guys, aku mau ikutan seleksi untuk lomba nyanyi nanti aahh
Voice   :   Nah, yang lain juga mau kan ? berarti kita semua ikut seleksinya ya
Delon   :   Iya, siapapun yang lolos seleksi nanti kita harus tetap mendukung
Mike    :   Iya bener tuh, kita kan teman jadi harus saling mendukung apalagi untuk hal positif kaya gini
Ucok    :   Setuju setuju, tapi kemana Bapa Pendetanya ya (nada bicara orang batak)

*muncul Tante I (Mami Nada)*
Tante I             :   Halloo anak-anak, kalian pasti mau ikutan seleksi ya ?
Nada    :   Mami, mami ngapain kesini sih
Tante I :   Aduh udah deh ya kalian mending ga usah cape-cape ikutan seleksi, toh nanti anak Tante si
    Nada yang bakalan menang
Voice   :   Loh ko tante yakin banget sih ?
Tante I :   Iyalah suara anak tante kan mirip suaranya Agnes Monica gitulho

*muncul Tante II (Mami Voice)*
Tante II:   Eh eh apa kau bilang ? Anakkulah yang bakalan jadi juara, suaranya tuh ya mirip kaya
    penyanyi luar negeri Lady Diana
Delon   :   Lady Gaga tante bukan Lady Diana
Tante II:   Nah itu maksud tante
Ucok    :   Eh tante-tante kita ini kesini cari Pa’Pendeta kenapa malah tante-tante yang muncul ?
Tante I :   Eh ucok kamu diem aja ya ini urusan orang tua
Voice   :   Mami apa-apaan sih, udah aahh pulang sana
Nada    :   Iya ini juga mami ngapain berantem mulu, malu tau
Mike    :   Tuh kan tante, anak-anak tante aja akur, masa orangtuanya berantem, mendingan tante pulang
    aja deh ya
Tante I :   Ga bisa, pokoknya saya mau anak saya yang mewakili gereja kita ini
Tante II:   Eh eh ga bisa pokoknya harus anak saya
Tante I :   Anak saya (nada sewot)
Tante II:   Kalau saya bilang anak saya ya anak saya titik tanda seru
Nada    :   Stoopp…. Kau mencuri hatiku *nyanyi*
Voice   :   Hatikuuu *ikutan nyanyi*
Delon   :   Tante udah ya, malu sama penonton, malu sama umur, udah tua harusnya akur-akur, dan
    harusnya menjaga harmonisisasi agar tidak terjadi labil ekonomi dan konspirasi kemakmuran
Ucok    :   Udahlah ya, pening kepalaku liat yang berantem ini. Pa’Pendeta, Pa’Pendeta, syalom, horass,
    ini kami datang mau ikut seleksi pa.
Pa’Pdt  :   Syalom, ucok sudah berapa kali bapa bilang kalau panggil bapa ga usah teriak-teriak, pelan
    dikit suaranya
Ucok    :   Ooh iya Pa’Pendeta lupa aku (suara pelan banget)
Mike    :   Ga gitu juga kali cok
Voice   :   Pa, ini kami mau ikut seleksi nyanyi untuk lomba antar gereja
Pa’Pdt  :   Ooh masuklah-masuklah, tapi ini ibu-ibu ga bisa ya, lombanya khusus anak muda. Masuklah
    dulu kalian
Semua  :   Iya Pa
Tante I :   Kalau begitu saya permisi ya pa (bersembunyi di samping panggung)
Tante II:   Pa, pa tunggu sebentar (lirik kanan kiri lihat situasi)
Pa’Pdt  :   Iya ada apa bu ?
Tante II:   Begini pa, saya mau minta tolong sama bapak, maaf pa bukannya saya lancang, ya berapapun
    yang bapa minta nanti saya beri, saya mohon sekali pa biarkan anak saya Voice yang mewakili
    gereja ini, gimana pa, bisa kan pa ?
Pa’Pdt  :   Ibu ini, dikira saya pejabat Negara tergoda dengan sogokan seperti itu
Tante II:   Bukan begitu maksud saya pa, tapi kasihan Voice pa dia benar-benar ingin sekali mewakili
    gereja ini, dan lagian suaranya kan ga jelek-jelek banget pa
Pa’Pdt  :   Ya, nanti saya pikirkan ya bu
Tante II:   Iya pa, kalau begitu saya permisi dulu, selamat siang Pa (pergi keluar panggung)
Pa’Pdt  :   Iya silahkan bu.
    Tantangan ini muncul kembali, Datanglah, ya Raja Damai!
*saat Pa’Pendeta akan meninggalkan panggung muncul tante I dari tempat bersembunyi*
Tante I :   (muncul tiba-tiba) Pa, pa maaf ada yang saya lupa.
Pa’Pdt  :   Oh iya gimana bu ?
Tante I :   Pa, walaupun saya ga sekaya maminya Voice, tapi saya bakalan berusaha sebisa saya pa,
    berapapun pa saya usahakan, yang penting anak saya Nada bisa mewakili gereja ini pa
Pa’Pdt  :   Lho ko jadi begini ya, ya sudah nanti saya pikirkan dulu ya bu. Saya permisi dulu, anak-anak
    sudah menunggu saya di dalam. Selamat siang
Tante I :   Iyah silahkan pa..
    Hhmm pokoknya anak saya yang harus menang, saya harus cari cara supaya saya bisa dapat
    banyak uang dan banyak dukungan, Aha ! saya baru ingat tempat yang pernah teman saya
    ceritakan, saya harus segera kesana sekarang juga.

*narrator : Kepuasan duniawi telah menutup hati dan pikiran mereka, bahkan seorang Pendetapun berani mereka tawarkan dengan kekayaan mereka. Lalu apakah yang akan dilakukan oleh Bapa Pendeta dan Tante-tante ini ?

*di tempat Mbah Dukun*
Tante I :   Selamat Malam mbah, mbah saya mau minta tolong
Dukun :   Selamat malam, apa yang bisa saya bantu ?
Tante I :   Begini mbah, saya sedang dilanda labil ekonomi mbah, saya mau cepet kaya mbah, bisa mbah
Dukun :   Ooh Cuma itu saja ? Bisa bisa
Tante I :   Bener mbah ? caranya mbah ?
Dukun :   Kamu harus puasa selama 40 hari, setelah itu kamu harus mandi kembang 7 rupa tepat di
    malam minggu jam 12 malam
Tante I :   Lho bukan malam Jum’at mbah ?
Dukun :   Itu sudah biasa, kita cari yang luar biasa
Tante I :   Baiklah mbah. Hanya itu sih mudah sekali mbah
Dukun :   Tidak, bukan hanya itu. Setelah itu kamu harus pergi ke sungai, pergi berenang ke tengah
    sungai, dan menyelam, tahan napas selama 20 menit tanpa alat bantu apapun
Tante I :   Apa ? susah sekali mbah, kalau begitu caranya saya keburu mati mbah, ga ada yang lebih
    mudah mbah ?
Dukun :   Kalau jadi kaya itu gampang, ngapain saya cape-cape jadi dukun ? kamu pikir jadi kaya itu
    gampang. Lebih baik kamu pulang dan jangan kembali lagi jika kamu ingin kaya dengan cara
    mudah
Tante I :   Baik mbah, permisi (tampang kesal)
Dukun :   Orang jaman sekarang, mau kaya ko minta sama dukun, memohon tuh pada Tuhan bukan pada
    Dukun, kalau jadi kaya itu gampang rakyat Indonesia sudah kaya dari dulu.

*narrator : Nah, apa yang di katakan Mbah Dukun itu benar penonton, semua berkat itu bersumber dari Tuhan, so kalau mau dapat berkat yang melimpah kita harus berusaha dan berdoa pada Tuhan, inget lho ya pada Tuhan bukan pada Mbah Dukun.
Wah penonton waktu Lomba antar gereja udah tiba nih, tapi kira-kira siapa ya yang akan mewakili Gereja kita ini, yu sama-sama kita lihat

*tempat nonton bareng, seluruh pemain berkumpul kecuali Nada dan Voice*
Tante I :   Pa’Pendeta jadikan anak saya yang jadi wakil gereja kita ?
Tante II:   eh enak aja, sudah jelaslah anak saya yang mewakilinya
Ucok    :   Tante-tante, stop jangan berisik, ini acaranya sudah mau mulai, kalau mau ribut ke pasar aja
    sana.
Mike    :   Iya tante, siapapun perwakilannya pasti itu yang terbaik, iya kan pa ?
Pa’Pdt  :   Benar bu, saya tidak akan mengecewakan ibu-ibu dan jemaat lainnya, saya sudah
    mempertimbangkan ini semua lama sekali
Delon   :   Tuhkan tante, jadi sekarang mendingan tante-tante duduk manis, kita tonton acaranya

*sediakan property televisi buatan, seolah pemain sedang nonton bareng, posisi televisi membelakangi penonton, acara televisi cukup dengan suara dari belakang panggung*

*acara televisi*
Baiklah pemirsa, sekarang saatnya kita sambut peserta terakhir perwakilan dari salah satu gereja di kabupaten Damai, ini dia Voice dan Nada *putarkan rekaman/suara asli pemain bernyanyi lagu rohani duet*

*tante I dan tante II pasang wajah kaget dan tak percaya, sedangkan penonton lain bersorak*

*untuk memperamai drama, sebelumnya bisa di putar rekaman/suara dari peserta lain, misalnya suaranya yang sedikit lucu saat bernyanyi, agar ada sedikit bumbu humor dalam drama*

*setelah lagu selesai di putar*
Mike    :   Tante, lihatkan betapa hebatnya mereka, betapa indahnya suara mereka ketika mereka
    disatukan dalam duet ?
Delon   :   Saya jamin tante mereka pasti akan jadi juaranya
Tante I :   Iyah kalian benar, suara mereka berdua benar-benar indah
Ucok    :   sstttt ini mau pengumuman pemenang

*acara televisi*
Pemirsa, sekarang saatnya pengumuman pemenang Damai Idol. Dan pemenang pertama adalaaaahhhh selamat kepada Voice dan Nada sebagai juara pertama tahun ini

*Tante I dan Tante II berpelukan, yang lain bersorak kegirangan*

Tante I :   Pa, anak kami juara pa, anak kami menang pa
Tante II:   Pa’Pendeta luar biasa sekali, Bapa benar-benar kebanggaan kami Pa
Pa’Pdt  :   Ini semua jalan terbaik dari Tuhan bu

*Voice dan Nada muncul membawa piala*
Voice+Nada:   Mamiiiii kami juaraaaa
Tante I :   Anak kebanggaan mami
Tante II:   Kalian luar biasa anak-anak *berpelukan*

Pa’Pdt  :   Di Hari Natal ini Raja Damai telah datang, Tuhan mendamaikan semua permusuhan, saya
    berharap tidak ada lagi pertengkaran apalagi permusuhan antar Jemaat, lihatlah anak-anak ini
    begitu baik dalam berteman, jangan sampai hanya karena keegoisan orang tua anak-anak kita
    jadi korban, mereka jadi ikut-ikutan bermusuhan. Lihatlah betapa indahnya perdamaian, dan
    persatuan. Mari kita kembali bersama-sama merayakan sukacita kemenangan ini, merayakan
    sukacita atas kedatangan Raja Damai, merayakan Natal ini.
Ucok    :   Untuk merayakannya gimana kalau kita semua nyanyi bersama ?
Semua  :   Ya SETUJUU

*Untuk penutup seluruh pemain mempersembahkan sebuah Pujian Natal atau Lainnya*

 Terimakasih, Tuhan memberkati :)
Oiya jangan lupa ya komentarnya :)

Friday, August 16, 2013

Drama Natal terbaru Pemuda Pemudi / Remaja

#Teks #Naskah #Drama #Pemuda #Remaja #Kristen #Natal #Terbaru #2013

Syalom, nah ini drama natal yang aku buat tahun ini. Tapi tanpa judul, soalnya bingung bikin judulnya apa :D Maaf ya kalau alur cerita kurang bagus dan berantakan, maklum masih belajar, belum profesional hehe
semoga bisa bermanfaat buat temen-temen, untuk info lebih lanjut bisa hubungi aku di monaa_onaa@yahoo.com atau via fb monalisa silaen, twitter @mona_onna, terimakasih GBU :)
new drama >> http://monaonna.blogspot.com/2013/10/drama-natal-kristen-terbaru-pemuda.html


Suatu hari setelah pulang latihan persiapan natal, berkumpullah sekelompok anak muda, mereka terdiri dari anak-anak muda yang tergolong kaya dan sederhana, namun apakah yang sedang mereka bicarakan saat ini ?

Stevan : eh tau ga, bukan mau pamer sih, Cuma mau kasih tau aja, aku baru aja beli kamera terbaru
  dan tercanggih, biar pas natal nanti aku pake kamera baru
Cristy  : wah kamu benar-benar suka fotografi ya, kalau aku sih baru aja minta di beliin mobil sport
  terbaru, tapi kata papih sih paling lama mobilnya dateng seminggu sebelum natal
Arga    : kalau aku sih minggu kemarin baru di beliin hp yang terbaru, kalau kamu gimana ?
Marcel : aduh kalian semuanya serba baru bahkan keluaran terbaru ya, aku sih belum minta apa-apa
  sama orang tua aku, soalnya barang-barang aku masih bagus sih
Cristy  : aduh kamu gimana sih, walaupun barang-barang kita masih baru tapi kita ga boleh
  ketinggalan jaman dong
Stevan : iyah, pokoknya kita harus punya barang-barang yang terbaru bahkan kalau bisa jadi yang
              pertama punya, bener ga ?
Arga    : iyah bener tuh, mendingan kamu minta aja sama orang tua kamu, pasti di beliin ko.
Marcel : benar juga ya, ntar deh kalau pulang aku minta sama ibu dan bapak aku ya
Stevan : ya udah yu kita pulang, besok kita latihan lagi

*di rumah (ibu Marcel sedang menghitung uang)
Marcel : ibu aku pulang
Ibu       : oh kamu sudah pulang nak
Marcel : nah, pas banget nih bu (wajah semangat lihat uang)
Ibu       : pas apanya ?
Marcel : pas banget bu, aku baru aja mau minta di belikan motor sama hp baru, nah ibu kan lagi
  pegang uang nih, jadi berarti bisa kan aku beli hari ini ?
Ibu       : lho bukannya motormu masih bagus ? memangnya motor kamu suka mogok ? atau udah ga
  bisa jalan ?
Marcel : masih sih bu, tapi tau ga bu ada motor keluaran terbaru yang keren bu
Ibu       : Oh, terus hp mu kenapa ? itu hape juga masih bisa di pake telpon sama sms kan ?
Marcel : masih bagus juga bu, tapi ada yang lebih canggih dari hape ini bu
Ibu       : kalau semuanya masih bagus kenapa harus di ganti ? kalau terus-terusan beli yang terbaru
  habislah uang ibu
Marcel : bu ayolah bu, yang lain bahkan dibelikan mobil baru
Ibu       : ngga
Marcel : ayolah bu
Ibu       : tidak bisa, kalau ibu bilang tidak ya tidak (nada marah)
Marcel : ibu, ibu cantik deh, apalagi kalau kabulin permintaan aku, pasti ibu makin cantik, makin awet
  muda juga lho
Ibu       : percuma ibu ga mempan sama rayuan-rayuan yang begitu, seribu rayuan bapakmu saja ibu ga
  mempan, apalagi kamu
Bapak  : eh eh apa ini ribut ribut, ga malu kalian di liatin penonton ?
Marcel : ini lho pa, aku pengen beli motor sama hape baru, masa ibu ga mau kasih sih, dulu bapak kok
  mau sih sama ibu yang pelit begini
Ibu       : eh eh siapa yang melahirkan kamu ? kalau bapakmu ga jadi sama ibu, mana ada kamu disini
Marcel : tuh kan pa, masa ibu galak begitu, ayolah pa belikan aku motor sama hape baru ya
Bapak  : ya sudah minggu depan kita pergi liat-liat barangnya ya
Marcel : bener pa ? yes !  (menari-nari meninggalkan panggung)
Ibu       : bapak ! itu motor sama hapenya masih bagus untuk apa di belikan yang baru ?
Bapak  : tenang bu, papah punya rencana pasti ibu ga akan kecewa deh. Sudah lebih baik ibu ke dapur,
  siapkan makanan buat bapak ya (bapak dan ibu pergi keluar panggung)

Satu minggu berlalu, Marcel kembali berkumpul bersama teman-temannya
Arga    : Marcel, mana nih katanya mau beli motor sama hape baru, aku mau liat dong
Cristy  : iyah tinggal kamu nih yang belum nunjukin barang baru kamu
Stevan : eh jangan-jangan kamu cuma ngomong doang ya ?
Marcel : bukannya begitu, hari ini rencananya aku mau pergi sama bapak buat liat barangnya
Cristy  : kalau gitu kita boleh ikut dong ?
Arga    : nah iyah boleh kan ?
Marcel : ya udah yuu ikut

(di rumah: bapak dan ibu sedang duduk menanti Marcel)
Marcel : aku pulang. Pa hari ini kita jadi pergi kan ? jangan bilang kalau bapa berubah pikiran karena
  ibu ?
Bapak : ooh tidak, sudah kamu makan dulu sana, ganti baju, baru kita pergi
Marcel : aahh ga usah pa, lebih cepat lebih baik, nanti motornya keburu ada yang beli, ibu ga ikut kan?
Bapak  : ibu mu di rumah saja, ya sudah ayo berangkat
Ibu       : hati-hati ya pa, awas kalau macem-macem
Marcel : tenang bu, hanya dua macam, motor dan hape hahaha
Stevan : tante kita pergi dulu ya

*Akhirnya bapak pergi mengajak Marcel dan teman-temannya untuk melihat kendaraan yang akan mereka beli

Cristy  : om ko kesini
Marcel : iyah pa ko ke gereja, kita kan mau beli motor
Bapak  : sebentar, bapak mau menjenguk anak teman bapak dulu ya. Luna dimana kamu ? sini, om
  datang sama anak om
Luna    : iyah om, Luna disini.
Marcel : pa, dia siapa ko kakinya ga ada satu ?
Bapak  : Marcel, kenalkan ini anak teman bapa namanya Luna
Luna    : halo aku Luna, salam kenal ya Marcel. Ayo om duduk dulu
Bapak  : nah, Luna ini anak om yang pernah om ceritakan dan ini teman-temannya. Bisa kamu
  ceritakan pada mereka tentang kakimu ini nak ?
Luna    : iya om. Dulu kaki aku sempurna seperti kalian, dan dulu ketika ayah dan ibu masih ada, aku
menjadi anak yang selalu dibicarakan oleh semua orang, mereka mengatakan bahwa mereka ingin seperti aku. Suatu hari aku memaksa ayah untuk membelikanku motor balap terbaru, aku mengatakan pada mereka bahwa aku ingin menjadi pembalap, ayah memang membelikan motor itu untukku, tapi ibu melarang aku menjadi seorang pembalap karena ibu takut terjadi apa-apa padaku. Suatu hari aku pergi bersama temanku untuk berlatih balapan. Saat itu ada mobil besar dengan kecepatan tinggi di depanku, mobil itu seperti ingin membunuhku, dan seketika itu pula aku merasakan ketakutan yang sangat besar bahkan aku sempat sulit mengendalikan motorku, tapi yang terjadi dari belakang muncul mobil menabrakku dan melempar aku ke pinggir jalan, sampai akhirnya kedua mobil itu bertabrakan,
dan mobil besar itu menindih mobil kecil yang menabrakku. Kakiku terjepit, aku ketakutan,
saat itu aku benar-benar membutuhkan ayah dan ibu, tak ada yang melihatku, semua orang hanya berlari menghampiri mobil-mobil itu. Dalam hatiku aku marah, mengapa mobil kecil itu menabrak ku dan membuat kakiku terjepit. Tak lama ada orang yang menolongku, tapi entah mengapa saat itu tubuhku memaksa untuk melihat korban tabrakan itu, sampai akhirnya aku memaksa orang-orang untuk sebentar membawa ku kesana. Dan apa yang terjadi hatiku benar-benar sakit melihat ayah dan ibuku tergeletak tak bernyawa di hadapanku. Saat itu aku baru menyadari mereka sengaja menabrakku untuk menyelamatkanku dari maut, bahkan ayah dan ibu rela mengorbankan nyawanya untukku. Sejak kejadian itu, kaki ku di amputansi, kekayaan ayah dan ibu semakin habis karena biaya pengobatanku, dan ketika itu juga semua orang berubah tak ingin menjadi sepertiku. Tapi saat itu datang seorang pendeta menghampiriku, pendeta itu mengajakku pergi ke tempat ini, gereja yang begitu sunyi penuh dengan kenyamanan, disini aku belajar banyak, belajar bagaimana cara bersyukur. Semakin lama aku semakin menyadari bahwa dulu aku benar-benar salah, Tuhan menegurku karena kesombonganku, karna aku tak mendengarkan perkataan orang tuaku, bahkan aku tak pernah mensyukuri apa yang kumiliki. Tapi penyesalan sudah terlambat, kini yang seharusnya aku lakukan ialah semakin memperbaiki diri, mensyukuri apa yang saat ini ada padaku, dan terus berusaha tanpa harus mengeluh dan menuntut.
Bapa    : nah, anak-anak bapa sengaja membawa kalian kesini dan mempertemukan kalian dengan
Luna. Disini Luna ingin mengingatkan pada kalian, bahwa apapun yang kalian miliki saat ini,
baik itu keluarga ataupun harta, semuanya anugrah Tuhan, titipan Tuhan yang bersifat
sementara,yang kapanpun bisa Tuhan ambil tanpa kita tahu kapan. Maka syukurilah apapun yang kita miliki saat ini, memang boleh melihat ke atas dan melihat orang-orang yang lebih dari kita untuk kita jadikan motivasi, tapi jangan terus melihat ke atas, ada saatnya kita harus melihat kebawah agar kita lebih ingat untuk bersyukur, supaya kita tidak terus menuntut pada Tuhan. Karena, untuk apa kita takut dan kuatir akan hidup kita ? Percayalah, Tuhan tidak akan pernah memberikan pencobaan melebihi kekuatan anak-anakNya. Luna, terimakasih untuk kisah yang sungguh luar biasa, om dan teman-temanmu pamit pulang dulu.
Luna    : sama-sama om, terimakasih sudah datang menjenguk Luna, semoga tak ada lagi orang yang
  menyesal seperti Luna ya om.
Bapa    : Marcel, sekarang kita mau beli motornya ke diller mana ?
Marcel : ga jadi pa, Marcel ga usah dibelikan motor dan hape baru, yang lama masih bisa dipake ko.
  Luna, terimakasih sudah mengingatkan aku dengan pengalamanmu, bolehkah aku dan teman
  temanku menjadi temanmu ? dan bolehkah kita main ke gereja ini lagi ?
Luna    : tentu saja, aku sangat senang jika ada yang ingin berteman denganku
Stevan : nah, berarti teman kita tambah 1, dan mulai sekarang aku akan belajar hidup sederhana
Cristy  : dan belajar bersyukur untuk setiap yang kita miliki
Arga    : dan belajar untuk mencintaimu
Semua             : haha maunyaaa, sampai jumpa Luna

Hari Natalpun segera tiba, semua orang sibuk mempersiapkan diri menyambut hari kelahiran Tuhan Yesus, begitu juga dengan anak-anak muda di tempat ini.
Arga    : Eh guys aku ada ide bagus nih
Cristy  : apa tuh apa ?
Arga    : Gimana kalau sebagian dari tabungan kita, kita gabungkan dan kita bantu Luna untuk mendapatkan kaki palsu, gimana ?
Stevan : Aku setuju, kalian gimana ?
Marcel : Aku juga setuju, gimana kalau kita minta bantuan juga dari jemaat lainnya ?
Cristy  : Iyah bener tuh, lebih banyak lebih baik kan, yuu kita mulai penggalangan danannya

Akhirnya Marcel dan teman-teman menggalang dana untuk pembelian kaki palsu yang akan mereka berikan untuk Luna.

Semua : Lunaaa, lunaaa
Luna    : Iyaahh. oh teman-teman datang lagi
Bapa    : Luna, teman-temanmu punya kado natal special untukmu
Luna    : Wah benarkah ? sudah beberapa tahun ini aku tidak mendapatkan kado natal dari teman
Seusiaku
Arga    : Luna, ini kado dari kami, sedikit biaya untuk membantu kamu mendapatkan kaki palsu, ya walaupun kami tidak bisa memberikan kaki yang seperti dulu, tapi semoga ini bisa sedikit membantumu.
Luna    : Ini serius ? aku ga lagi mimpikan ? kalian baik banget
Cristy  : Iyah Lun ini serius. Nah mari sekarang kita sama-sama pergi ke rumah sakit
Luna    : Baiklah, mari

Merekapun pergi bersama-sama ke rumah sakit, untuk menemani Luna
Arga    : Aduh lama banget ya, aku ga sabar lihat Luna
Ibu       : tenang, sebentar lagi juga selesai, tuh dia
Cristy  : Waaww seperti kaki asli ya
Marcel : Ga sia-sia ya kita beli harga yang cukup besar
Arga    : Kamu makin cantik dengan kaki itu
Luna    : Terimakasih untuk kado Natal yang luar biasa ini, mulai saat ini aku janji akan selalu menjaga
kaki dan seluruh berkat yang Tuhan berikan untukku. Kini aku tahu, terkadang aku hanya
meminta yang aku inginkan, bukan yang aku butuhkan.
Bapa    : Nah penonton, sudahkah anda bersyukur hari ini ? mungkin hanya 1 kalimat yang ingin kami
ucapkan untuk semuanya
Semua : SELAMAT NATAL, AKU SAYANG KALIAN

 Terimakasih, Tuhan memberkati :)
Oiya jangan lupa ya komentarnya :)